namaku sarjana (2)

ibu masih berkata-kata

ayah tetap sibuk bekerja

kakek malah semakin menua

;kini aku sarjana

 

adakah yang tiada; nenek, kini

aku mengingatnya

ia pergi bukan sebab tak peduli

kutabur bunga, aku jadi sarjana

 

ada yang lebih tiada; dunia, baru

aku menyadarinya

menjadi pintar, pekerja keras, dan soleh

tak akan cukup berguna. tak!

sebab dunia menawarkan yang

fana dan hina

 

belok kiri jalan terus,

sebab lampu merah tak selalu halangan

lampu hijau tak selalu setuju

aku sarjana, fatamorgana kusulap

bijaksana

 

aku sarjana, kata orang tamat

darah di sungai nadiku semakin deras,

tapi cinta, adalah ilmu paling teras

bijaksana, aku sedang merakitnya;

jadi senjata tak sekedar sarjana

 

sebab dunia belum kiamat,

jiwanya saja yang tiada

sebab aku sarjana,

identitas tak boleh tanda-tanya

 

ibu berkata, ayah bekerja

kakek menua, nenek kukirim bunga

kusimpan pesan-pesannya, meski

tak harus kembali padanya

sebab sejarah navigator paling setia

yogyakarta, november 2008

Osephe H. W. ~ edisi tamat

Tentang osephe H. W.

"...hanya mengejar apa yang tak bisa kukejar...," Tampilkan semua tulisan oleh osephe H. W.

Satu Tanggapan to “namaku sarjana (2)”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.