tak perlu curiga

kukira, ada yang seenaknya menggonta-ganti
warna langit di cakrawala itu

sebentar biru, sekilas putih,
lalu hitam mengkelam
abu mengganggu
kuning-emas melintas
jingga tak lekas

tak pernah selesai menyadari pesan itu,
sudah kuterendam di riak malam ;
derik serangga, desis melata, dengkur
anjing penjaga, beku udara, resah dedaun,

gelisah angin menepuk punggung awan,
menyulut reaksi gumpal embun di atas sana,

percik air jadi debur di kejauhan,
ditempa tik-tak butir-butir yang lalu
mengalir, menggulir, memelintir hidup
yang layak pekir

; kepenuhan rasa yang sulit kutemukan istilahnya selain,
“patah”

dan batu diam,
kawan perjalanan tak tertandingi,
sejak menyadari ada kucur darah di
ujung kuku

dan perjalanan, bukan tak sengaja
muncul begitu saja,
- semata-mata jawaban aku ada –

tetapi ketulusan membuat mata terbuka
; warna beraneka, tak sebab ada yang dengan seenaknya,

kalau aku berhak melukis setiap
peristiwa, mengapa harus
curiga kepada-nya (baca: Nya)

Tentang osephe H. W.

"...hanya mengejar apa yang tak bisa kukejar...," Tampilkan semua tulisan oleh osephe H. W.

3 Tanggapan to “tak perlu curiga”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.