/1/
dunia pelan itu benar-benar berat untuk ditinggalkan
aku sudah melampauinya, tetapi tak setuntas memikirkannya
kau tahu?
terjal jejalan kini bukan lagi batu atau ranting kayu
sebab itu, tanah dan semak enggan menyimpan luka
kau akan menebak, aku terpaksa menyimpannya sendiri di balik dada
di persimpangan sana, aku biasa menepi ke kiri,
lalu jalan terus tak peduli tanda
itu dulu!
aku telah kembali
atau, sebenarnya aku sedang ingin kembali
kepada yang tak pernah kusambangi
atau kepada luka menganga yang dulu selalu kau usapi
* * *
/2/
hujan,
aku selalu mengingatnya ketika dia mulai menggelincirkan roda waktu
mekanis, aku bilang
tetapi tak sesederhana itu,
sebab tubuh memiliki ekstase-nya sendiri pada bau tanah yang khas sehabis hujan, atau selagi masih rintik
tahun-tahun pun mulai berhitung sendiri berurutan ke belakang
dan aku mulai menciuminya, merasakannya
seolah itu kau yang membungkusku dengan hatimu
ah, jarak membuatku ingin memelukmu
kau tinta, aku pena
dunia ini selembar media tak bernama
pantas saja kita selalu ingin menggugatnya!
dan aku masih tak terima,
kau?
Like this:
Be the first to like this post.