Arsip Penulis: osephe H. W.

Tentang osephe H. W.

"...hanya mengejar apa yang tak bisa kukejar...,"

fragmen: menertawai diri

perjalanan pulang Semarang – Jogja menelan waktu hampir dua minggu,
toh tak lekas sampai pula
ah…, aku yakin keberangkatanku dahulu tak selama ini

sejarah,
selalu membuatku berpikir panjang soal masa depan

tetapi mengingat kali pertama mengenakan celana panjang membungkus
bulu-bulu kaki telanjang,
terasa amat menggelikan…,
itu juga kekanak-kanakan bernama “kenang”

semoga rentang ini adalah kematangan
hari ini pasti akan menggelikan di waktu nanti


jarak

 

membentang lautan,

merentang waktu,

membentur bisu,

terasing dalam ruang,

bagaimana menurutmu seandainya aku

memelukmu dari seberang?

#2 dunia perulangan, januari 2009


kau, ekstase…!!

/1/
dunia pelan itu benar-benar berat untuk ditinggalkan
aku sudah melampauinya, tetapi tak setuntas memikirkannya

kau tahu?
terjal jejalan kini bukan lagi batu atau ranting kayu
sebab itu, tanah dan semak enggan menyimpan luka
kau akan menebak, aku terpaksa menyimpannya sendiri di balik dada

di persimpangan sana, aku biasa menepi ke kiri,
lalu jalan terus tak peduli tanda
itu dulu!

aku telah kembali
atau, sebenarnya aku sedang ingin kembali
kepada yang tak pernah kusambangi
atau kepada luka menganga yang dulu selalu kau usapi

* * *

/2/
hujan,
aku selalu mengingatnya ketika dia mulai menggelincirkan roda waktu

mekanis, aku bilang

tetapi tak sesederhana itu,
sebab tubuh memiliki ekstase-nya sendiri pada bau tanah yang khas sehabis hujan, atau selagi masih rintik

tahun-tahun pun mulai berhitung sendiri berurutan ke belakang

dan aku mulai menciuminya, merasakannya
seolah itu kau yang membungkusku dengan hatimu

ah, jarak membuatku ingin memelukmu
kau tinta, aku pena
dunia ini selembar media tak bernama

pantas saja kita selalu ingin menggugatnya!

dan aku masih tak terima,
kau?


elegi lempuyangan

dari ruang senggang halaman gedung perseroan,
tak pulas, sebab kami tak malas

lempuyangan!
dari sini, kami awali hari

cahaya mendorong memaksa.pagi,
merangkai fragmen hidup yang patah
penuh petuah

dari sebungkus suara bimbang,
decak tutup botol dan kalengan,

sengaja kami satukan!
jika tak sumbang,

;hari ini bisa makan

(dok. Lempuyangan, March 12 2007)


keputusan 2

selamat tinggal, kukatakan, meski tak ingin bergegas. sebab kukejar kereta waktu yang tak menunggu.

sampai jumpa, seandainya sore meluangkan waktu. untuk kau, dan aku

banjarnegara, 3 Mei 2010 ~(dok.des 15 09)
osephe hw


keputusan 1

keputusan

…pergi dari rumah sebagai anak panah terakhir, lantas berarti harus menemukan sendiri batu pengasah, di antara ribuan batu tak berbelah. sebab jika sampai hidup layak pekir, ketajaman kata hanya pada maknanya…


sampai tetes-tetes keringat…


NOL koma

waktu, materi, kapasitas, determinasi, integritas, presisi, akselerasi, akurasi… NOL koma !!!!!!!!!


belum punya judul 3

di pojok, kamar wc yang tak cukup menampung dua orang sekaligus, sepertinya sarat inspirasi. seseorang berjalan keluar dengan bibir membelah wajah, lebih lebar dari sebelumnya. apakah ia baru saja tertawa-tawa, atau bercengkerama di dalam sana? entah. cepat langkahnya tak sampai menjelaskannya. kesan tergesa, sedikit m…embuatku menduga-duga, “ia tak ingin menunda.”


belum punya judul 2

di kota kecil di balik sebuah bukit, setumpuk permasalahan masih tak mudah dipecahkan. ketika berjalan keluar dari sebuah kantor sipil, ribuan kepala masih belum sadar penglihatannya tertinggal di laci meja, atau di saku kirinya, atau barangkali mereka lupa telah melipatnya di antara kerutan wajah sejak pagi. malam pekat, ribuan kepala menggeletak. kota kecil terjaga sendiri, “tak sepasang mata pun memandangku.”


belum punya judul 1

ada yang tak beranjak dari perasaannya. ada yang bergegas karena penderitaannya. di sebuah kantor di sudut kota, seorang tua mondar mandir dengan bahu sedikit terangkat, mulut mengerucut. “sudah senja, waktunya pulang.” Tuesday at 8:27pm


tak perlu tuhan

 ”ah, semua jadi ngawur…! ini pasti gara2 tuhan tak pernah berdoa.”

April 29 at 12:09am


waktu mekanis

sejumlah orang berpikir bahwa tubuh mereka tidak ada

April 27 at 1:27am


false being

so…, to what is a state of being… ? sebagian besar hidup telah kita serahkan pada uang…)&*%^wha’$)()*^T^$^@f**k(*is&*_)it…..

April 19 at 10:42pm


KOYO PITIK…!!!!!

nothol…entek…golek…nemu…nothol…entek…golek…nemu…nothol…, entek meneh…golek meneh…nemu meneh…nothol meneh…, sa’teruse…, JOSS…. gandhos…, sa’teruse ngono… Intine, mesti nemune… asal ora mung ndomble cawetan ro kemulan sarung…

April 18 at 6:13pm


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.